Kadangkal masyarakat awwam dalam menghadapi persoalan dilaporkan oleh seseorang Artinya, sudah lewat proses penyelidikan, atau bahkan penyidikan. Dalam kondisi demikian, BAP (berita acara pemeriksaan) telah selesai, dan berkas-berkas sudah lengkap, naik ke kejaksaan. Penasihat Hukum, atau pengacara dalam hal ini sudah semakin terbatas langkah-langkah yang bisa diambil. Tidak bisa mendampingi proses pemeriksaan lagi. Padahal pemeriksaan ini, sangat penting karena akan menghasilkan BAP, dan BAP inilah yang akan digunakan dalam proses persidangan nanti.
BAP tersebut, boleh disebut sebagai penentu apakah sebagai terlapor yang awalnya di BAP sebagai saksi yang akan merubah status jadi tersangka sehingga besar kemungkinan untuk dilakukan penahanan. Apa yang disampaikan dan ditandatangani di dalam BAP itulah yang akan menjadi acuan dalampersidangan. Sehingga, dalam pemeriksaan, baik sebagai saksi (terutama jika berpotensi naik menjadi tersangka), adalah sangat penting untuk sejak awal berkonsultasi dengan penasihat hukum, atau lawyer, atau pengacara. Mengapa? adakalanya kesalahan kecil dalam proses pemeriksaan, dalam proses penyidikan, bisa membuat seseorang terjerat pidana. Kesalahan dalam hal apa? bisa saja terjadi karena hal sepele seperti salah memberikan penjelasan, sehingga penyidik mengalami kesalahpahaman. Atau ketika masih menjadi saksi misalnya, keliru dalam menyampaikan keterangan, mengakibatkan salah paham, sehingga berujung pada status tersangka, bahkan menjadi terdakwa yang akan dipidana.
Pada kondisi demikianlah, seorang yang menjalani proses pidana harus berhati-hati dan sebaiknya didampingi oleh pengacara. Pengacara akan memastikan agar keterangan yang diberikan saksi/tersangka dalam pemeriksaan tidak mengalami kekaburan, atau kesalahpahaman, supaya tidak terjadi kesalahan dalam menjatuhkan pidana (oleh hakim). Pengacara akan menerjemahkan bahasa awam client ke dalam bahasa hukum kepada penyidik. Kehadiran pengacara, juga akan mengurangi resiko terjadinya penyimpangan-penyimpangan di dalam proses pemeriksaan, misalnya dari adanya intimidasi, atau pertanyaan-pertanyaan yang menjebak, dst dari oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Mengapa bisa terjadi demikian? adakalanya sebagian oknum, misalnya katakanlah dia dikejar ‘target’ sehingga terburu-buru dalam melakukan pemeriksaan dan perlu cepat segera menaikkan perkara, maka bisa terjadi hal-hal yang bersifat menyimpang dari ketentuan.
Satu hal lainnya adalah, pendampingan pada waktu pemeriksaan, selama
penyidikan misalnya, menjadi penting karena tersangka menjadi lebih
tenang dan tidak gugup. Sehingga bisa memberikan keterangan lebih baik.
Dan lawyer atau pengacaranya bisa memberikan petunjuk-petunjuk bagaimana
agar dalam memberikan keterangan itu tidak merugikan dirinya, dengan
tidak melanggar hukum. Proses pemeriksaan ini penting, karena berkaitan
sangat erat dengan pengembangan kasus, khususnya menyangkut pembuktian
kelak di persidangan. Apa yang bisa, dan perlu dibuktikan di
persidangan, banyak ditentukan dari proses pemeriksaan ini. Maka pihak
penegak hukum, dan pihak yang terlibat dalam peristiwa hukum (baik
sebagai saksi, korban, atau tersangka), perlu memahami masalah ini
dengan baik, supaya pihak yang tidak bersalah, malah terjerat masalah
pidana. Atau, jikapun sebagai pelaku, pihak yang bersalah, tidak
dipidana melampaui / melebihi kesalahannya

